So, ya. Here I am….
Satu-satunya judul yang terpikir saat ini. Tidak yakin akan
menulis apa, bahkan tidak yakin akan melakukan apa. Seperti kebanyakan orang
yang berada di tepian, saat apa yang diusahakannya berujung di dalam jurang.
Jauh dari pandangan siapa pun, dianggap tak pernah ada, tidak peduli seberapa
keras pun dulu ia diusahakan.
Ya, Here I am....
Jika kusampaikan kegundahan ini pada orang lain, kuyakin
mereka akan berkata "Jangan menyerah. Pasti ada jalan!”
I know. Bahkan diriku sendiri pun akan mengatakan hal yang
sama, jika ini masalah orang lain. Hanya saja, saat terjadi pada diri sendiri,
barulah tersadar bagaimana kerasnya arti kata “pantang menyerah” itu.
Aku ingin percaya, di ujung jalan yang ku pilih ini ada
akhir yang bahagia. Aku ingin percaya, semua ini tidak mungkin sia-sia. Pasti ada
sesuatu yang ditakdirkan hanya untukku. Ya, itulah yang ingin kupercaya untuk
menepis keraguan yang bergema lebih keras di benakku. Resah yang mendera
membuatnya terasa lebih sulit lagi.
Di jaman saat semuanya serba dibanding-bandingkan sekarang
ini, sangat mudah merasa iri dengan kehidupan orang lain. Aku ingin percaya, rumput
tetangga selalu lebih hijau. Mereka pun punya masalahnya sendiri, belum tentu
hidupnya semudah yang kubayangkan, belum tentu aku sanggup jadi mereka. Tapi,
lama kelamaan pikiran-pikiran itu malah membuatku jadi orang yang mengharapkan
kemalangan terjadi bagi orang lain. Benar-benar pikiran yang picik!
Kukira, berhenti memikirkan orang lain, dan mulai menerima diri sendiri adalah
jawabannya. Terasa bukan main sesaknya memikirkan beribu “pengandaian” dalam
benakku. Seandainya aku jadi si anu dan si anu. Pengandaian konyol yang tidak
mungkin terjadi. Dan lagi, apa seburuk itu jadi diriku sendiri?
Hhhh…. Pikiran ini semakin kalut. Kadang diriku sendiri
bingung, apa cuma aku yang terlalu serius memikirkan semua ini? Menyiksa diri
sendiri dengan kegalauan tidak penting, sementara orang lain sibuk mengejar
impiannya, aku sibuk menyiksa diri sendiri. Payah.
Mengejar impian. Katanya sih tidak mudah. Katanya sih perlu
dedikasi tinggi. Katanya…
Mengejar impian… bagaimana melakukannya saat dirimu sendiri
tidak yakin apa hasrat terbesar dalam hatimu, apa impian hidupmu. Selalu berubah-ubah
dari satu hal ke hal yang lainnya. Selalu saja cepat bosan.
Lalu kutemukan quotes ini:
“Go for it! Whether it ends up good or bad. It
will be an experience.”
-Lakukanlah! Entah itu akan berakhir baik atau buruk. Yang pasti ia akan jadi pengalamanmu.
That’s it!
Kukira akan tetap kulakukan saja. Bagaimana pun, melakukan
dan mengusahakan sesuatu terasa lebih baik dibanding tidak melakukan apa pun
sama sekali. Sekali pun yang kumiliki hanya keyakinan ini. Sekalipun harus
kuseret langkah kakiku yang mulai mati rasa ini. Aku tidak sudi berhenti di
sini!
Yap, sudah kukatakan. Lalu bagaimana selanjutnya? Hehe๐
Sekarang harus memulai dari awal lagi. Apa yang selama ini
dibangun dengan susah payah, runtuh seketika itu juga. Rasanya benar-benar
patah semangat. Tapi mau bagaimana lagi. Bukannya ada pilihan lain bagiku.
Di saat-saat seperti ini, orang-orang yang berani bangkit
berkali-kali dari kejatuhannya terlihat benar-benar tangguh. ๐.
Jika kubangkit sekali lagi, entah akan jatuh lagi atau
berhasil, atau jatuh lebih buruk lagi, hehe. Tapi, satu hal yang kutahu, diam
di sini tidak akan memberiku jawaban. Jawaban itu akan datang, hanya jika kucari. Namun jika kusampai di akhirnya dan jawaban itu tak juga ada, mungkin proses inilah jawabannya.


No comments:
Post a Comment