Sunday, 6 January 2019

Here I am...| Aku dan kegagalan 'sementara'-ku

So, ya. Here I am….

Satu-satunya judul yang terpikir saat ini. Tidak yakin akan menulis apa, bahkan tidak yakin akan melakukan apa. Seperti kebanyakan orang yang berada di tepian, saat apa yang diusahakannya berujung di dalam jurang. Jauh dari pandangan siapa pun, dianggap tak pernah ada, tidak peduli seberapa keras pun dulu ia diusahakan.

Ya, Here I am....

Jika kusampaikan kegundahan ini pada orang lain, kuyakin mereka akan berkata "Jangan menyerah. Pasti ada jalan!”

I know. Bahkan diriku sendiri pun akan mengatakan hal yang sama, jika ini masalah orang lain. Hanya saja, saat terjadi pada diri sendiri, barulah tersadar bagaimana kerasnya arti kata “pantang menyerah” itu.

Aku ingin percaya, di ujung jalan yang ku pilih ini ada akhir yang bahagia. Aku ingin percaya, semua ini tidak mungkin sia-sia. Pasti ada sesuatu yang ditakdirkan hanya untukku. Ya, itulah yang ingin kupercaya untuk menepis keraguan yang bergema lebih keras di benakku. Resah yang mendera membuatnya terasa lebih sulit lagi.

Di jaman saat semuanya serba dibanding-bandingkan sekarang ini, sangat mudah merasa iri dengan kehidupan orang lain. Aku ingin percaya, rumput tetangga selalu lebih hijau. Mereka pun punya masalahnya sendiri, belum tentu hidupnya semudah yang kubayangkan, belum tentu aku sanggup jadi mereka. Tapi, lama kelamaan pikiran-pikiran itu malah membuatku jadi orang yang mengharapkan kemalangan terjadi bagi orang lain. Benar-benar pikiran yang picik!

Kukira, berhenti memikirkan orang lain, dan  mulai menerima diri sendiri adalah jawabannya. Terasa bukan main sesaknya memikirkan beribu “pengandaian” dalam benakku. Seandainya aku jadi si anu dan si anu. Pengandaian konyol yang tidak mungkin terjadi. Dan lagi, apa seburuk itu jadi diriku sendiri?

Hhhh…. Pikiran ini semakin kalut. Kadang diriku sendiri bingung, apa cuma aku yang terlalu serius memikirkan semua ini? Menyiksa diri sendiri dengan kegalauan tidak penting, sementara orang lain sibuk mengejar impiannya, aku sibuk menyiksa diri sendiri. Payah.

Mengejar impian. Katanya sih tidak mudah. Katanya sih perlu dedikasi tinggi. Katanya…

Mengejar impian… bagaimana melakukannya saat dirimu sendiri tidak yakin apa hasrat terbesar dalam hatimu, apa impian hidupmu. Selalu berubah-ubah dari satu hal ke hal yang lainnya. Selalu saja cepat bosan.

Lalu kutemukan quotes ini:

 “Go for it! Whether it ends up good or bad. It will be an experience.”
-Lakukanlah! Entah itu akan berakhir baik atau buruk. Yang pasti ia akan jadi pengalamanmu.
That’s it!
Kukira akan tetap kulakukan saja. Bagaimana pun, melakukan dan mengusahakan sesuatu terasa lebih baik dibanding tidak melakukan apa pun sama sekali. Sekali pun yang kumiliki hanya keyakinan ini. Sekalipun harus kuseret langkah kakiku yang mulai mati rasa ini. Aku tidak sudi berhenti di sini!

Yap, sudah kukatakan. Lalu bagaimana selanjutnya? Hehe๐Ÿ˜…

Sekarang harus memulai dari awal lagi. Apa yang selama ini dibangun dengan susah payah, runtuh seketika itu juga. Rasanya benar-benar patah semangat. Tapi mau bagaimana lagi. Bukannya ada pilihan lain bagiku.

Di saat-saat seperti ini, orang-orang yang berani bangkit berkali-kali dari kejatuhannya terlihat benar-benar tangguh. ๐Ÿ˜”.

Jika kubangkit sekali lagi, entah akan jatuh lagi atau berhasil, atau jatuh lebih buruk lagi, hehe. Tapi, satu hal yang kutahu, diam di sini tidak akan memberiku jawaban. Jawaban itu akan datang, hanya jika kucari. Namun jika kusampai di akhirnya dan jawaban itu tak juga ada, mungkin proses inilah jawabannya.

Wish me luck!๐Ÿ˜Š
Image: Pexels.com

No comments:

Post a Comment