Wednesday, 9 January 2019

Jangan ijinkan racun kehidupan menghancurkan hidupmu!


Ada pepatah lama yang mengatakan, apa pun yang kau lakukan hari ini akan menentukan dirimu di masa depan. Tidak peduli seberapa kecil dan remeh temeh nya hal itu, apatah lagi kalau memang sesuatu yang ekstrim.

Coba renungkan lagi,
seperti apa dirimu saat ini. Coba ingat-ingat lagi, apa saja yang sudah kau ijinkan masuk dalam pikiran dan kehidupanmu selama tahun-tahun yang lalu. Makanan apa saja yang sudah kau ijinkan masuk dalam tubuhmu sebagai sumber energi untukmu? Pikiran apa saja yang sudah kau ijinkan mengisi benakmu? Tontonan dan bacaan apa saja yang sudah kau ijinkan memberimu pelajaran lebih tentang hidup? Untuk apa saja, ‘ponsel pintar’mu kau manfaatkan?

Adakah dirimu percaya sesuatu yang berawal dan digerakkan oleh keburukan akan berakhir dengan kebaikan? Ku kira tidak. Kau selalu tahu, semua yang sudah tercemar akan sangat sulit dibersihkan kembali. Saat ini saja, dunia masih dihantui limbah plastik. Simbolis fananya kebahagiaan dunia sebelum masa penghakimannya yang meski lambat tapi pasti akan datang.

Bagai seutas tali panjang terentang. Jika pun putus, mungkin masih bisa kau tautkan kembali. Tapi simpul yang kau buat akan tetap ada di sana, dan semua tidak lagi seperti sedia kala. Tidak akan pernah.

Pikirkanlah semua itu untuk dirimu di masa datang. Kau tahu, waktu tidak pernah berputar mundur. Sekali ia berlalu, ia pergi.

Jangan lagi menyia-nyiakan waktumu dengan semua yang jelas-jelas akan merusak dirimu. Konten ‘tidak jelas’ dari internet, menghantui diri sendiri dengan komentar orang-orang, membanding-bandingkan kehidupanmu dengan orang lain, berlarut-larut dengan kemalangan diri sendiri, menyalahkan semua orang atas apa pun yang salah dalam hidupmu. 

Semua itu sangat destruktif. Jika tak percaya, cobalah habiskan sehari tanpa itu semua, dan akan kau dapati hati yang lebih tenang, kaki yang ringan melangkah, senyum yang lebih mudah terukir.

Dear me, its me talking to you…

Ini bukanlah tentang aku menghakimi kehidupan orang lain. Tidak. Ini sama sekali bukan tentang orang lain. Ini semua tentang dirimu. Aku yang adalah dirimu.

Kau telah menghabiskan hampir seluruh hidupmu dengan sukarela mencemari hatimu sendiri. Bisa kau lihat perubahanmu kini? Dirimu yang dulu tersenyum dengan tulus, sekarang bahkan sulit untuk sekedar mengejek orang lain dengan senyum sinis. Kau hanya tidak lagi punya upaya untuk itu.

Dirimu yang dulu sanggup melihat kebaikan bahkan dari sebuah bencana sekali pun, sekarang sulit melihat secercah kebaikan di dalam luapan kebahagiaan. Kau meracuni dirimu dengan prasangka, rasa takut, rasa tidak aman, iri hati, dengki, amarah. Ya, itu benar. Walau enggan kau akui, kau membandingkan dirimu dengan mereka, dan berharap dirimu lebih baik. Tidak. Lebih tepatnya, kau berharap mereka lebih buruk. Tidak peduli seberapa parahnya dirimu, selama ada yang lebih buruk, kau akan tenang. Tidakkah kau merasa jijik dengan dirimu sendiri yang sudah sedemikian parah ini?

Dear me, please be strong…

Dirimu yang sekarang, jelas tak mungkin kembali seperti dulu. Tapi dirimu yang sekarang, bisa mengubah dirimu yang menunggu di masa depan.

Berilah ia harapan dengan mengubah kebiasaanmu dengan yang lebih baik. Pikirkanlah hanya kebaikan saja, sebisa mungkin jauhi semua yang bisa membuatmu berpikir buruk dan tidak murni. Tontonlah hal yang pantas saja, yang memberimu pengetahuan hidup. Bacalah hal-hal yang membangun. Perhatikan asupan makananmu, jangan lagi meracuni diri dengan junk food dan minuman bersoda. Jadilah lebih sehat. Teruslah berolah raga.

Jangan menggubris mereka yang mengatakan “hidup sehat atau tak sehat tetap akan mati juga”
Memang benar, kematian itu mutlak hukumnya. Kau tak bisa lari darinya ke mana pun kau bersembunyi, seberapa keras pun kau berusaha. Tapi, tetap bugar sampai saatnya tiba jelas lebih menyenangkan dibanding terseok-seok menuju kematian. Lebih sehat dirimu, lebih optimis pikiranmu, lebih banyak kebaikan dapat kau lakukan untuk dirimu dan orang lain.

Hanya kebaikan yang akan mendatangkan kebaikan. Percayai itu!
Image: Pexels.com
Dear me, I really wish u smile a lot in joy in the future….

Ku harap dengan setulus hatiku, kau akan tersenyum bahagia lebih banyak untuk selanjutnya. Jangan lagi menoleh ke belakang. Biarkan duka itu selesai di sana. Kau pantas untuk semua yang terbaik, maka ijinkanlah hanya yang terbaik yang mengisi hari-harimu. Sampai tiba saatnya kau kembali pada-Nya, dalam keadaan sebaik-baiknya, mengabarkan tugas yang telah usai kau tunaikan dengan yang terbaik yang kau punya😇

No comments:

Post a Comment